Postingan

The Truth Doesn't Matter Anymore

Gambar
Saya menggunakan judul provokatif itu untuk mengungkapkan kesan pertama yang melintas dalam benak saya ketika melihat foto-foto di bawah ini. Foto-foto ini tentu saja tidak asli. Ini hasil olahan kecerdasan buatan bawaan dari Google Photos.

Reza: War & Peace

Gambar
   Sebuah buku foto yang menggabungkan seni visual dan narasi menggugah,  War + Peace  karya Reza membawa kita ke jantung tempat-tempat yang porak-poranda oleh konflik, tetapi juga menggambarkan momen-momen keindahan dan harapan yang tetap bertahan di tengah kekacauan.

Puncak Bintang

Gambar
 Hiking di hari Rabu. Hujan yang sering turun di hari-hari sebelumnya, tidak datang hari ini. Hanya mendung. Itu bagus, karena perjalanan ini jadinya tidak harus dilewati di bawah terik matahari. Langit tidak biru, tidak mengapa. Toh, sebagian besar langit akan tertutup pepohonan sepanjang perjalanan. Naik angkot dari Japati ke Bukit Moko , melewati Padasuka . Saya kenal daerah ini, tapi belum pernah naik sejauh ini. Tinggi juga. Bisa lihat Bandung yang datar di bawah sana. Angkot yang bersuara ringkih ini ternyata kuat juga menempuh jalan menanjak berkelok yang tidak mulus. Kadang cukup tajam. Banyak perumahan di sepanjang kiri kanan jalan. Tapi sepi.

Agustus dan Rosemary

Gambar
Agustus hujan terus. Saya tidak menyangka cuaca Agustus tahun ini akan seperti ini. Dingin di pagi hari selama musim kemarau memang hal yang biasa di Bandung. Suhu pagi bisa di kisaran 17-20 derajat, lalu siang hari terik dengan suhu bisa tembus 28–30 derajat. Rentang yang cukup lebar. Itu yang saya ingat dari Agustus tahun-tahun sebelumnya.

Umak

Gambar
Umak berangkat pagi-pagi. Pukul enam, ketika kedua jarum jam bertaut lurus ke atas. Lurus seperti jalan hidup beliau. Umak pergi tanpa pesan, tanpa pertanda. Atau, barangkali, kitalah yang tak cukup waspada membacanya.

Gaza: Api yang Tak Padam

Gambar
  Menjelang tidur, saya memikirkan bagaimana Rahaf, Hosam, Karima, akan melewatkan waktu malam ini. Mereka baru saja tiba kembali di Gaza utara setelah pintu lintasan Netzarim akhirnya dibuka pada 26 Januari 2025. Mereka berjalan kaki sejauh tujuh kilometer sambil membawa beban berat barang-barang yang tersisa dari tenda pengungsian yang kelima di selatan.